Langsung ke konten utama

Mentari Sesungguhnnya

Ada do'a disetiap langkahnya
Ada harapan disetiap perjalanannya
Hembusan nafas yang tak lagi se-lega hari kemarin
Tetesan mata yang selalu keluar tidak pada waktunya.
Berhari-hari seorang diri hanya ditemani oleh sejuknya alam yang belum sempat terhembuskan oleh manusia yang tak bertanggung jawab, lalu dilanjutkan oleh dinginnya malam yang tlah jarang dirasakan oleh orang-orang.

Ada do'a disetiap langkahnya

Pada setiap paginya suara lembut tidak pernah absen membisikkan hati,
Bahkan raga pun ikut terbisik.
Ia memberi antusisme yang tak pernah ku dapatkan dari siapapun sebelumnya,
Ia teramat meng-khawatirkan jika mengawali hari aku belum merasakan jingga beraroma keramaian,
Aku selalu tersenyum tipis jika mendengar itu darinya.

Ia adalah harapanku
Harapan terhadap dunia yang akan kupersembahkan untuknya.



Komentar

  1. How To Join A Casino Site With a Good Casino - LuckyClub
    The site 카지노사이트luckclub will be great for anyone wanting to try to play online casino games for real money or for a chance to play the games of casino real money. The site's

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duduk Berdampingan Oleh Coffee

Setelah ini kita tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya Kita tidak bisa melihat masa yang akan kita hampiri Jika manusia disuruh memilih pasti ia akan memilih meneguk kopi sambil bercengkrama dengan masing-masing jas yang mereka kenakan. Hari ini aku hanya diberikan kesempatan untuk duduk dikursi dorong satu satunya di ruangan ini. Ya tidak sekedar hanya, tapi aku sangat menikmati. Aku menikmati prosesnya. Lalu.. Aku mencintai kopi selayaknya aku mencintai kehidupan. Roda-roda kehidupan diumur 20an sangat mengesankan, sebab itulah aku mencintai kopi, karna hanya rasa kopi yang tak pernah ingkar janji. Aku pernah berfikir untuk menyajikan kopi atau hati, Tapi kurasa kopi jauh lebih menarik. Akhirnya tidak hanya disetiap senja aku selalu menuangkan kopi, dan kusampaikan; "Jika kopi mu terasa pahit tambahkan saja pembincangan kita". lalu ia tersenyum.

Kisah Yang "Dilupakan"

Sesekali ku tatap cermin yang masih ditebalkan oleh debu, buram.. Mencoba menggoreskan jari-jemari mendarat dipermukaan, terlihat senyum hangat dari bibir tipis yang ikhlas, terlihat banyak sekali kisah yang ingin ia ceritakan. Tapi sayang, waktunya tersita habis oleh apa yang ingin ia capai.  Kasihan.. Ia terus berjalan, hingga menginginkan lupa untuk menceritakan kisahnya.  Banyak sekali, yaa terlalu banyak jika harus ia paparkan satu persatu sehingga akhirnya ia lebih memilih untuk bungkam dan melanjutkan perjalanannya.  Ia tak pernah tersesat, seringkali ditengah perjalanan ia bertemu dengan banyak pilihan, ia tak pernah memilih dengan logika ataupun pemikirannya, ia hanya memilih dengan hati, ia terlalu percaya dengan hatinya, sehingga tak memberikan kesempatan kepada yang lain untuk memutuskan. Untung saja hatinya berbaik hati, mau berbagi dalam berhati-hati.