Langsung ke konten utama

Usia Yang Terlanjur Engkau Tuakan

Jika bisikan kehidupan tak lagi dapat bersahabat
Diambang batas keranahan nestapa
Berbisik keluh dipelupuk mata
Tetasan putih bersih membahasahi pipi merona
Tiang tiang rembulan tak lagi kokoh
Hanyutan gemersik tak lagi jinak
Ucap tak lagi ada artinya
Ntah apa maksudnya..
Berniat menjatuhkan apa malah meninggikan
Jaring jaring pembatas yang seharusnya rapat tertuas resik
Tapi kini berminggu minggu hanya dibanjiri hujan pasir
Ibarat blokade bertubi tubi
Tidak terselesaikan satu kian tumbuh satu

Rasanya teriakan dada tiada arti
Hanya saja aku terlalu gemetar menghadapi launchingnya problematika

Lucu saja aku yang selalu ingin dekat dengannya, sebentar saja mundur selangkah
Tapi malah ditenggelamkan lewat basa basi yang begitu rumit
Ntahlah..
Mungkin saja kau hanya menguji
Seberapa pantas aku berada dalam posisi yang kuinginkan
Namun nampaknya kau akan menyetujui sebab aku tak kehilangan bingkisan oleh oleh dari mu
Terima kasih tetap tersampaikan
Karna kau tak sepenuhnya mengubur janji
Namun tolong angkat tarikanku jika aku sudah tidak sanggup menopang atap yang berusia muda namun telah engkau tuakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mentari Sesungguhnnya

Ada do'a disetiap langkahnya Ada harapan disetiap perjalanannya Hembusan nafas yang tak lagi se-lega hari kemarin Tetesan mata yang selalu keluar tidak pada waktunya. Berhari-hari seorang diri hanya ditemani oleh sejuknya alam yang belum sempat terhembuskan oleh manusia yang tak bertanggung jawab, lalu dilanjutkan oleh dinginnya malam yang tlah jarang dirasakan oleh orang-orang. Ada do'a disetiap langkahnya Pada setiap paginya suara lembut tidak pernah absen membisikkan hati, Bahkan raga pun ikut terbisik. Ia memberi antusisme yang tak pernah ku dapatkan dari siapapun sebelumnya, Ia teramat meng-khawatirkan jika mengawali hari aku belum merasakan jingga beraroma keramaian, Aku selalu tersenyum tipis jika mendengar itu darinya. Ia adalah harapanku Harapan terhadap dunia yang akan kupersembahkan untuknya.

Kisah Yang "Dilupakan"

Sesekali ku tatap cermin yang masih ditebalkan oleh debu, buram.. Mencoba menggoreskan jari-jemari mendarat dipermukaan, terlihat senyum hangat dari bibir tipis yang ikhlas, terlihat banyak sekali kisah yang ingin ia ceritakan. Tapi sayang, waktunya tersita habis oleh apa yang ingin ia capai.  Kasihan.. Ia terus berjalan, hingga menginginkan lupa untuk menceritakan kisahnya.  Banyak sekali, yaa terlalu banyak jika harus ia paparkan satu persatu sehingga akhirnya ia lebih memilih untuk bungkam dan melanjutkan perjalanannya.  Ia tak pernah tersesat, seringkali ditengah perjalanan ia bertemu dengan banyak pilihan, ia tak pernah memilih dengan logika ataupun pemikirannya, ia hanya memilih dengan hati, ia terlalu percaya dengan hatinya, sehingga tak memberikan kesempatan kepada yang lain untuk memutuskan. Untung saja hatinya berbaik hati, mau berbagi dalam berhati-hati.

Part Of Struggle

Busur terlanjur memanah Tepat disasaran Begitu antusias mengenai bantalan target Malang.. Aku dapat menerima panahan itu Tapi hati sedikit berontak, sebab hati tak mau terluka jauh lebih dalam Untukmu yang tak sanggup lagi menopang rindu Menyerahlah.. Karna kau sudah tidak dijadikan prioritas sekarang Bukan tentang membohongi diri sendiri Tapi tentang kelembutan rasa yang tak mau kau tergores lebih dalam Sakit bukan? Tampaknya kau berjuang sendiri Berhentilah.. Aku tak sanggup melihat raut wajahmu Aku tak sanggup melihat perjuanganmu Cukuplah.. Buat bahagiamu sendiri tampaknya jauh lebih mudah bukan? Ingatlah kau pernah menjadi sisi terbaik sebelum kau benar-benar kulepas Terbanglah untuk mencari keindahan dunia Dunia bukan sebatas ambisimu Melayanglah.. tampaknya itu lebih menyenangkan bukan? Dan selamat atas perjuangan yang telah kau lakukan, kau hebat Kau pasti akan dipertemukan dengan yang sepertimu Saling memanah dan saling mengenai bantalan target.